Sebelum menjalankan bisnis atau menanamkan modal dalam sebuah proyek, memahami kondisi pasar menjadi salah satu langkah yang penting dilakukan. Ide bisnis yang terlihat menarik belum tentu memiliki permintaan yang cukup dari konsumen. Begitu pula dengan proyek investasi yang secara finansial terlihat menjanjikan, tetapi dapat menghadapi risiko apabila kondisi pasar tidak dianalisis secara memadai.
Karena itu, riset pasar menjadi salah satu bagian penting dalam proses penyusunan studi kelayakan bisnis. Data yang diperoleh dari calon konsumen, pengguna produk, maupun masyarakat dapat membantu memberikan gambaran mengenai kebutuhan, preferensi, perilaku, serta potensi pasar yang menjadi sasaran sebuah bisnis.
Bagi perusahaan maupun investor, data tersebut dapat menjadi salah satu dasar dalam menyusun asumsi bisnis dan mengambil keputusan secara lebih terukur.
Apa Hubungan Riset Pasar dengan Studi Kelayakan?
Studi kelayakan bisnis tidak hanya membahas aspek keuangan. Sebelum menghitung proyeksi pendapatan dan keuntungan, perlu diketahui terlebih dahulu apakah terdapat pasar yang cukup untuk produk atau layanan yang akan ditawarkan.
Di sinilah riset pasar memiliki peran.
Riset pasar dapat membantu menjawab sejumlah pertanyaan penting, seperti:
Siapa calon konsumen?
Apa kebutuhan mereka?
Seberapa besar minat terhadap produk?
Berapa kisaran harga yang dapat diterima?
Bagaimana kebiasaan pembelian konsumen?
Apa faktor yang memengaruhi keputusan pembelian?
Siapa saja kompetitor yang sudah tersedia?
Apa kekurangan produk atau layanan yang ada saat ini?
Jawaban atas pertanyaan tersebut dapat digunakan sebagai salah satu input dalam penyusunan studi kelayakan.
Data Responden sebagai Sumber Informasi Pasar
Salah satu cara memperoleh informasi mengenai pasar adalah melalui survei kepada responden yang sesuai dengan target penelitian.
Misalnya, sebuah perusahaan ingin membangun bisnis makanan dan minuman di suatu wilayah. Sebelum investasi dilakukan, perusahaan dapat melakukan survei untuk mengetahui:
Kebiasaan konsumsi masyarakat.
Frekuensi pembelian.
Jenis produk yang disukai.
Kisaran harga yang dianggap sesuai.
Lokasi yang mudah dijangkau.
Faktor yang memengaruhi keputusan pembelian.
Tingkat ketertarikan terhadap konsep bisnis yang akan dikembangkan.
Data tersebut dapat memberikan gambaran awal mengenai karakteristik calon pasar.
Namun, survei bukan satu-satunya sumber data. Data sekunder, observasi lapangan, data industri, data pemerintah, dan informasi kompetitor juga dapat digunakan untuk melengkapi analisis.
Pentingnya Menentukan Responden yang Tepat
Kualitas hasil survei sangat dipengaruhi oleh kesesuaian responden dengan tujuan penelitian.
Jika sebuah bisnis menargetkan konsumen usia 25–40 tahun di wilayah tertentu, maka responden yang dipilih sebaiknya memiliki karakteristik yang relevan dengan target tersebut.
Beberapa kriteria yang dapat digunakan antara lain:
Usia.
Jenis kelamin.
Domisili.
Pekerjaan.
Pendapatan.
Status keluarga.
Pengalaman menggunakan produk.
Frekuensi pembelian.
Kepemilikan produk tertentu.
Semakin jelas kriteria responden, semakin mudah peneliti menginterpretasikan hasil survei.
Jasa Sebar Kuesioner untuk Mendukung Pengumpulan Data
Dalam praktiknya, mendapatkan responden sesuai target tidak selalu mudah. Peneliti atau perusahaan sering menghadapi keterbatasan waktu dan jaringan dalam melakukan distribusi kuesioner.
Untuk kebutuhan tersebut, jasa sebar kuesioner dapat membantu proses distribusi survei kepada responden sesuai kriteria yang telah ditentukan.
Misalnya, perusahaan membutuhkan 300 responden dengan karakteristik tertentu. Kriteria tersebut dapat ditentukan sejak awal sehingga proses pengumpulan data lebih terarah.
Dengan distribusi yang terencana, peneliti dapat lebih fokus pada proses pengolahan dan analisis data.
Data Survei Dapat Membantu Menyusun Asumsi Bisnis
Salah satu manfaat penting dari riset pasar adalah membantu membangun asumsi yang digunakan dalam perencanaan bisnis.
Sebagai contoh, hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar calon konsumen memiliki preferensi terhadap produk tertentu pada rentang harga tertentu.
Informasi tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan:
Harga jual.
Target konsumen.
Perkiraan permintaan.
Strategi pemasaran.
Konsep produk.
Lokasi usaha.
Saluran distribusi.
Asumsi tersebut kemudian dapat digunakan bersama data lainnya dalam penyusunan model bisnis dan proyeksi keuangan.
Riset Pasar dalam Studi Kelayakan Investasi
Dalam studi kelayakan investasi, aspek pasar dapat menjadi salah satu dasar untuk menilai potensi suatu proyek.
Misalnya, investor ingin membangun pusat kebugaran, properti komersial, restoran, klinik, atau proyek lainnya.
Sebelum investasi dilakukan, investor dapat melakukan riset mengenai:
Potensi pasar → target konsumen → kebutuhan konsumen → tingkat persaingan → potensi permintaan → strategi bisnis → proyeksi keuangan.
Rangkaian informasi tersebut dapat membantu menghubungkan hasil riset pasar dengan analisis kelayakan proyek.
Tidak Semua Hasil Survei Harus Positif
Riset pasar tidak seharusnya hanya digunakan untuk mencari pembenaran terhadap ide bisnis.
Jika hasil survei menunjukkan bahwa minat konsumen rendah, harga yang ditawarkan terlalu tinggi, atau terdapat hambatan tertentu, informasi tersebut justru dapat menjadi masukan penting sebelum investasi dilakukan.
Perusahaan dapat melakukan penyesuaian terhadap konsep bisnis, harga, target pasar, produk, lokasi, maupun strategi pemasaran.
Dengan demikian, riset pasar dapat berfungsi sebagai alat untuk mengidentifikasi peluang sekaligus risiko.
Menggabungkan Data Primer dan Data Sekunder
Untuk menghasilkan analisis yang lebih komprehensif, data survei sebaiknya tidak berdiri sendiri.
Data primer dari responden dapat dikombinasikan dengan data sekunder seperti:
Data demografi.
Data ekonomi.
Data industri.
Data perdagangan.
Data kompetitor.
Data tren pasar.
Data pemerintah.
Data lokasi.
Data historis perusahaan.
Penggabungan berbagai sumber data dapat membantu menghasilkan gambaran pasar yang lebih lengkap.
Dari Riset Pasar Menuju Studi Kelayakan
Riset pasar merupakan salah satu bagian dari proses analisis bisnis yang lebih luas.
Secara sederhana, prosesnya dapat digambarkan sebagai berikut:
Menentukan tujuan riset → menentukan target responden → mengumpulkan data → membersihkan dan mengolah data → menganalisis hasil → menyusun insight pasar → memasukkan temuan ke dalam analisis bisnis dan studi kelayakan.
Karena itu, kualitas data pada tahap awal dapat memengaruhi kualitas analisis pada tahap berikutnya.
Kapan Membutuhkan Jasa Pembuatan Studi Kelayakan?
Apabila data pasar telah tersedia tetapi perusahaan membutuhkan analisis yang lebih menyeluruh mengenai prospek proyek, maka jasa pembuatan studi kelayakan dapat menjadi salah satu pilihan.
Studi kelayakan dapat menggabungkan hasil riset pasar dengan analisis lainnya, seperti:
Analisis pasar dan industri.
Analisis kompetitor.
Analisis teknis dan operasional.
Analisis manajemen.
Analisis legalitas.
Analisis investasi.
Proyeksi keuangan.
Analisis risiko.
Analisis sensitivitas.
Dengan pendekatan tersebut, hasil riset tidak berhenti sebagai kumpulan data responden, tetapi dapat menjadi salah satu input dalam proses pengambilan keputusan bisnis.
Survey Center Indonesia dan Kebutuhan Data Riset
Bagi perusahaan, investor, akademisi, maupun peneliti, pengumpulan data yang sesuai dengan kebutuhan penelitian merupakan bagian penting dari proses riset.
Survey Center Indonesia dapat menjadi bagian dari proses tersebut melalui layanan pengumpulan responden dan penyebaran kuesioner untuk berbagai kebutuhan penelitian dan riset pasar.
Kebutuhan responden dapat disesuaikan berdasarkan karakteristik penelitian, seperti wilayah, usia, jenis kelamin, pekerjaan, maupun kriteria khusus lainnya.
Data yang diperoleh kemudian dapat digunakan oleh peneliti atau perusahaan sebagai bahan untuk melakukan analisis lebih lanjut.
Riset pasar merupakan bagian penting dalam memahami apakah sebuah produk, layanan, atau proyek memiliki potensi pasar yang sesuai dengan target.
Melalui survei kepada responden yang tepat, perusahaan dapat memperoleh informasi mengenai kebutuhan, preferensi, perilaku, dan persepsi calon konsumen.
Data tersebut kemudian dapat menjadi salah satu dasar dalam menyusun asumsi bisnis dan melakukan analisis yang lebih komprehensif.
Dalam proses yang lebih luas, hasil riset pasar dapat dikombinasikan dengan data industri, analisis kompetitor, aspek operasional, legalitas, serta proyeksi keuangan dalam penyusunan studi kelayakan bisnis.
Karena itu, proses pengumpulan data sebaiknya dilakukan secara terencana sejak awal. Mulai dari menentukan target responden, menyusun instrumen survei, melakukan jasa sebar kuesioner, hingga mengolah hasil penelitian menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mendukung keputusan bisnis.
Pada akhirnya, keputusan investasi tetap membutuhkan pertimbangan menyeluruh. Namun, keputusan yang didukung oleh data pasar yang relevan dapat membantu perusahaan memahami kondisi pasar sebelum mengambil langkah bisnis yang lebih besar.